Showing posts with label Contoh Proposal. Show all posts
Showing posts with label Contoh Proposal. Show all posts

Contoh Proposal Usaha Bisnis

Posted by aLdyputRa on Wednesday, 16 May 2012

Contoh Proposal Usaha Bisnis - Kali ini Blog Sistem Informasi akan sedikit memberikan mengenai Contoh Proposal Usaha.Banyak yang coba mencari informasi mengenai bagaimana untuk membuat Proposal Usaha Bisnis namun terkendala tidak adanya contoh yang tepat.Berikut ini akan saya berikan informasi mengenai Contoh Proposal Usaha Bisnis.

Secara umum, saat mempersiapkan Proposal Usaha Untuk Bisnis yang berukuran kecil sedang atau menengah dan besar,beberapa hal yang harus diperhatikan atau dijabarkan di dalam isi pokok utama proposal tersebut adalah sebagai berikut:
  • Hasil Studi Kelayakan Usaha Bisnis yang membahas tentang potensi pasar targeting dan segmenting
  • Kebutuhan investasi atau modal. Dapat dinyatakan dalam detail anggaran atau budget
  • Biaya operasional awal.
  • Neraca awal atau aspek keuangan yang berisi daftar rincian inventaris atau perlengkapan usaha, estimasi pendapatan, margin laba, biaya ops, arus kas dan proyeksi profit atau keuntungan.
  • Struktur organisasi
  • Strategi bisnis
Hal di atas menjadi kerangka dasar dalam mempersiapkan standar proposal bisnis usaha yang hendak kita ajukan, khususnya kepada pemilik modal yang siap mengucurkan dananya demi terlaksananya kegiatan usaha.

Berikut ini adalah beberapa Contoh Proposal Usaha Bisnis yang dapat saya berikan untuk teman - teman semuanya :
Sekian informasi sederhana saya mengenai Contoh Proposal Usaha ini.Semoga teman - teman yang bingung untuk membuat Proposal Usaha Bisnis dapat terbantu setelah melihat beberapa Contoh Proposal Usaha Bisnis.
More about → Contoh Proposal Usaha Bisnis

Contoh Proposal Pengembangan Sistem Informasi

Posted by aLdyputRa on Thursday, 3 May 2012

Contoh Proposal Pengembangan Sistem Informasi - Kali ini saya akan memberikan informasi mengenai Contoh Proposal Pengembangan Sistem Informasi.Setelah lama tidak melakukan update mengenai Contoh Proposal,kali ini saya akan memberikan sedikit informasi mengenai Contoh Proposal Pengembangan Sistem Informasi.

Tulisan ini membahas tentang proporsal proyek pengembangan sistem informasi perpustakaan sekolah. Untuk melihat lebih jelasnya teman - teman dapat Download Contoh Proposal Pengembangan Sistem Informasi yang sudah saya berikan untuk teman - teman disini.

Sekian informasi sederhana saya mengenai Contoh Proposal Pengembangan Sistem Informasi ini,semoga apa yang teman - teman cari mengenai Contoh Proposal dapat teman - teman temukan pada artikel sederhana saya ini.
More about → Contoh Proposal Pengembangan Sistem Informasi

Contoh Proposal Bisnis

Posted by aLdyputRa on Friday, 20 April 2012

Contoh Proposal Bisnis - Kali ini saya akan memberikan sedikit Contoh Proposal Bisnis.Banyak memang orang yang mencari mengenai Contoh Proposal Bisnis demi untuk kepentingan bisnis atau usahanya masing - masing.Namun,Contoh Proposal Bisnis yang berada di seacrh engine terkadang tidak begitu maksimal hasilnya oleh karena itu saya mencoba memberikan informasi mengenai Contoh Proposal Bisnis.

Berikut ini adalah sedikit informasi mengenai Contoh Proposal Bisnis yang bergerak dalam bidang dsitro olah raga.Jadi teman - teman yang ingin membuat sebuah bidang usaha distro dapat melihat informasi mengenai Contoh Proposal Bisnis yang saya berikan berikut ini.

Dibahas juga rancangan harga yang cukup detail, proyeksi pemasaran distro baik lokasi maupun fasilitas. di lengkapi pula tabel-tabel proyeksi kebutuhan investasi untuk melengkapi proposal usaha distro oahraga tersebut.

Silahkan dapatkan Contoh Proposal Bisnis Dalam Bidang Distro yang sudah saya berikan secara gratis ini.Sekain informasi sederhana saya ini,semoga teman - teman dapat mengembangkan usahanya setelah melihat artikel sederhana saya mengenai Contoh Proposal Bisnis.
More about → Contoh Proposal Bisnis

Contoh Proposal PTK Pendidikan

Posted by aLdyputRa on Sunday, 15 April 2012

Contoh Proposal PTK Pendidikan - Kali ini saya akan berikan Contoh Proposal PTK Pendidikan Setelah beberapa waktu yang lalu saya memberikan informasi mengenai Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas kali ini saya akan memberikan informasi lainnya mengenai Proposal PTK yaitu sedikit Contoh Proposal PTK Pendidikan.

Proposal PTK Pendidikan memang banyak dibutuhkan dikalangan pendidikan yang tentu saja teman - teman akan membutuhkannya sewaktu - waktu yang tidak kita ketahui.Oleh karena itu,saya mencoba memberikan sedikit Contoh Proposal PTK Pendidikan yang dapat saya berikan untuk teman - teman semuanya.

Silahkan teman - teman Download Contoh Proposal PTK Pendidikan yang sudah saya berikan untuk teman - teman semuanya.Sekian informasi sederhana saya mengenai Proposal PTK ini dalam artikel sederhana saya mengenai Contoh Proposal PTK Pendidikan.
More about → Contoh Proposal PTK Pendidikan

Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas

Posted by aLdyputRa on Friday, 13 April 2012

Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas - Pada kali ini saya akan memberikan sedikit Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas atau sering disebut dengan Contoh Proposal PTK.Setelah beberapa waktu lalu saya memberikan informasi mengenai Contoh Proposal Kegiatan dan juga Contoh Proposal Pameran Lukisan kali ini saya akan memberikan sedikit Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas.

Penelitian ini dilakukan di dalam kelas dengan melakukan ptk guna memperbaiki pembelajaran pada kelas. danmeningkatkan proses belajar mengajar siswa pada kelas terntentu. Namun tidak semua kelas yang hendak di lakukanPTK, seperti halnya tadi hanya kelas kelas tertentu, misal kelas yang dianggap bermasalah, atau poses blajar mengajar kelas tersebut tidak optimal atau yang lainnya.

Berikut ini adalah Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas yang dapat saya berikan :



PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
( PTK )


MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY PADA SISWA KELAS V DI SDN PAGAK 04
KECAMATAN PAGAK KABUPATEN MALANG
TAHUN PELAJARAN 2007/2008


OLEH :
PEMBAYUN SEKARWIYATI, S.Pd.
NIP. 196005171981122005






DINAS PENDIDIKAN
UPTD TK/SD DAN PLS KECAMATAN PAGAK
SEKOLAH DASAR NEGERI PAGAK 04
KECAMATAN PAGAK
KABUPATEN MALANG









PROPOSALPENELITIAN TINDAKAN KELAS( PTK )



Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2007/2008

A. Latar Belakang Masalah



Sistem pendidikan di Indonesia ternyata telah mengalami banyak perubahan. Perubahan-perubahan itu terjadi karena telah dilakukan berbagai usaha pembaharuan dalam pendidikan. Akibat pengaruh itu pendidikan semakin mengalami kemajuan.



Sejalan dengan kemajuan tersebut, maka dewasa ini pendidikan di sekolah-sekolah telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Perl~emangan itu terjadi karena terdorong adanya pembaharuan tersebut, sehingga di dalam pengajaranpun guru selalu ingin menemukan metode dan peralatan baru yang dapat memberikan semangat belajar bagi semua siswa. Bahkan secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa pembaharuan dalam sistem pendidi kan yang mencakup seluruh komponen yang ada. Pembangunan d bidang pendidikan barulah ada artinya apabila dalam pendidiakn dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia yang sedang membangun.



Pada hakekatnya kegiatan beiajar mengajar adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. Guru sebagai salah satu komponen dalam proses belajar menganjar merupakan pemegang peran yang sangat penting. Guru bukan hanya sekedar penyampai materi saja, tetapi lebih dari itu guru dapat dikatakan sebagai sentral pembelajaran.



Sebagai pengatur sekaligus pelaku dalam proses belajar mengajar, gurulah yang mengarahkan bagaimana proses belajar mengajar itu dilaksanakan. Karena itu guru harus dapat membuat suatu pengajaran menjadi lebeh efektif juga menarik sehingga bahan pelajaran yang disampaikan akan membuat siswa merasa senang dan merasa perlu untuk mempelajari bahan pelajaran tersebut.



Guru mengemban tugas yang berat untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia, manusia seutuhnya yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani, juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta terhadap tanah air, mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. Sejalan dengan itu pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan dan rnembangun dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Depdikbud (1999).



Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor di antaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar



mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksirnal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan.



Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran salah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh peningkatan prestasi belajar siswa khususnya pelajaran IPA. Misalnya dengan mcmbimbing siswa untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu membantu siswa berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya akan lebih menguatkan pemahaman siswa terhadap konsepkonsep yang diajarkan. Pemahaman ini memerlukan minat dan motivasi. Tanpa adanya minat menandakan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi untuk belajar. Untuk itu, guru harus memberikan suntikan dalam bentuk motivasi sehingga dengan bantuan itu anak didik dapat keluar dari kesulitan belajar. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran IPA yang diharapkan oleh guru adalah 90,00.Contoh Proposal PTK



Berdasarkan pengalaman penulis di lapangan, kegagalan dalam belajar rata-rata dihadapi oleh sejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran IPA sangat rendah yaitu mencapai 50,00. Hal ini disebabkan karena guru dalam proses belajar mengajar hanya menggunakan metode ceramah, tanpa menggunakan alat peraga, dan materi pelajaran tidak disampaikan secara kronologis.



Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan upaya membangkitkan motivasi belajar siswa, misalnya dengan membimbing siswa untuk terlibat la.ngsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa serta guru yang berperan sebagai pembimbing untuk menemukan konsep IPA.



Motivasi tidak hanya menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan akademik, motivasi juga penting dalam menentukan seberapa jauh siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau seberapa jauh menyerap informasi yang disajikan kepada mereka. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu, sehingga siswa itu akan meyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. Tugas penting guru adalah merencanakan bagaimana guru mendukung motivasi siswa (Nur, 2001 : 3). Untuk itu sebagai seorang guru disamping menguasai materi, juga diharapkan dapat menetapkan dan melaksanakan penyajian materi yang sesuai kemampuan dan kesiapan anak, sehingga menghasilkan penguasaan materi yang optimal bagi siswa.



Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis mencoba menerapkan salah satu metode pembelajaran, yaitu metode pembelajaran penemuan (discovery) untuk mengungkapkan apakah dengan model penemuan (discovery) dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar IPA. Penulis memilih metode pembelaja.an ini mengkondisikan siswa untuk terbiasa menemukan, mencari, mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran. (Siadari, 2001: 4). Dalam metode pembelajaran penemuan (discovery) siswa iebih aktif dalam memecahkan untuk menemukan sedang guru berperan sebagai pembimbing atau memberikan petunjuk cara memecahkan masalah itu.



Dari latar belakang tersebut di atas maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul " Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas V Di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2007/2008 ".







B. Rumusan Masalah



Berdasarkan latar helakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut:

Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran discovery terhadap motivasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008?
Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008?





C. Tujuan Penelitian Contoh Proposal PTK



Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:

Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008.
Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008.



D. Manfaat Penelitian


Penulis mergharapkan dengan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi :


1. Guru
Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi IPA.


2. Siswa
Meningkatkan motivasi dan prestasi pada mata pelajaran-pelajaran IPA


3. Sekolah
Memberikan masukan bagi sekolah sebagai pedoman untuk mengambil kebijakan di sekolah tersebut.


E. HipotesisTindakan


Hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan adalah sebagai berikut:

Penerapan pembelajaran disvovery dapat meningkatkan motivasi belajar mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008.
Penerapan pembelajaran discovery dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008





F. Ruang Lingkup Penelitian


Ruang lingkup dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut:

Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah masalah peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa.
Penelitian tindakan kelas ini dikenakan pada siswa kelas V
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang.
Dalam penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2007/2008.
Penelitian tindakan kelas ini dibatasi pada kompetensi dasar menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap.





G. Definisi Operasional


Variabel Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini, maka perlu didefinisikan hal-hal sebagai berikut:


1. Metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah :
Suatu cara mengajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, dengan diskusi, seminar, membaca sendiri dan mencoba sendiri. Agar anak dapat belaiar sendiri


2. Motivasi belajar adalah:
Suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah. lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu.


3. Prestasi belajar adalah:
Hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau dalam bentuk skor, setelah siswa mengikuti pelajaran.


H. Kajian Pustaka



a. Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Contoh Proposal PTK



Teknik penemuan adalah terjemahan dari discovery. Menurut Sund discovery adalah proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Yang dimaksudkan dengan proses mental tersebut antara lain ialah: mengamati, mencerna, mengerti, menggolong-golongkan, manbuat dugaan, menjelaskan, mengukur membuat kesimpulan dan sebainya. Suatu konsep misalnya: segi tiga, pans, demokrasi dan sebagainya, sedang yang dimaksud dengan prisnsip antara lain ialah: logam apabila dipanaskan akan mengembang. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan instruksi.



Dr. J. Richard dan asistennya mencoba self-learning siswa (belajar sendiri) itu, sehingga situasi belajar mengajar berpindah dari situasi teacher learning menjadi situasi student dominated learning. Dengan menggunakan discovery learning, ialah suatu cara meng~ajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, dengan diskusi, seminar, membaca sendiri dan mencoba sendiri. Agar anak dapat belajar sendiri.




Penggunaan teknik discovery ini guru berusaha meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. Maka teknik ini memiliki keuntungan sebagai berikut:

Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan, memperbanyak kesiapan, serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa.
Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut. Dapat membangkitkan kegairahan belajar mengajar para siswa.
Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengankernampuannya masing-masing.
Mampu mengarahkan cara siswa belajar, sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat.
Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri.


Strategi itu berpusat pada siswa tidak pada guru. Guru hanya sebagai teman belajar saja, membantu bila diperlukan.



Walalupun demikian baiknya teknik ini toh masih ada pula kelemahan yang perlu diperhatikan ialah:

Pada siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental untuk cara belajar ini. Siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik.
Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini akan kurang berhasil.
Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan teknik penemuan.
Dengan teknik ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu mementingkan proses pengertian saja, kurang memperhatikan perkembangan/pembentukan sikap dan keterampilan bagi siswa.
Teknik ini mungkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif.



b Motivasi Belajar Contoh Proposal PTK


Pengertian Motivasi
Motivasi adalah daya dalarn diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu, atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan-kesiapan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (Usman, 2000: 28).



Sedangkan menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong yang rnengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. :Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3) bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu, sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik.



Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu.



Macam-macam Motivasi


Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua, yaitu:


1. Motivasi Intrinsik



Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar (Usman, 2000: 29).



Sedangkan menurut Djamarah (2002: 115), motivasi instrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.



Menurut Winata (dalam Erriniati, 1994: ]05) ada beberapa strategi dalam mengaiar untuk membangun motivasi intrins.k. Strategi tersebut adalah sebagai berikut:

Mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa.
Memberikan kebebasan dalam memperluas materi pelajaran sebatas yang pokok.
Memberikan banyak waktu ekstra bagi siswa untuk mengerjakan tugas dan memanfaatkan surnber belajar di sekolah.
Sesekali memberikan penghargaan pada siswa atas pekerjaannya.
Meminta siswa untuk menjeiaskan hasil pekerjaannya.


Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi instrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam individu yang berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Seseorang yang merniliki motivasi intrinsik dalam darinya maka secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya.



2. Motivasi Ekstrinsik



Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. Misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama di kelasnya (Usman, 2000: 29).



Sedangkan menurut Djamarah (2002: 117), motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsik. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar.




Beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsik antata lain:

Kompetisi (persaingan): guru berusaha menciptakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan mengatasi prestasi orang lain.
Pace Making (membuat tujuan sementara atu dekat): Pada awal kegiatan belajar mengajar guru, hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa TPK yang akan dicapai sehingga dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai TPK tersebut.
Tujuan yang jelas: Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan. Makin jelas tujuan, makin besar ni]ai tujuan bagi individu yang bersangkutan dan makin besar pula motivasi dalam melakuakan sesuatu perbuatan.
Kesempurnaan untuk sukses: Kesuksesan dapat menimbulkan rasa puas, kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri, sedangkan kegagalan akan membawa efek yang sebaliknya. Dengan demikian, guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada anak untuk meraih sukses dengan usaha mandiri, tentu saja dengan bimbingan guru.
Minat yang besar: Motif akan timbul jika individu memiliki minat yang besar.
Mengadakan penilaian atau tes. Pada umumnya semua siswa mau belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik. Hal ini terbukti dalam kenyataan bawa banyak siswa yang tidak belajar bila tidak ada ulangan. Akan tetapi, bila guru mengatakan bahwa lusa akan diadakan ulangan lisan, barulah siswa giat belajar dengan menghafal agar ia mendapat nilai yang baik. Jadi, angka atau nilai itu merupakan motivasi yang kuat bagi siswa.



Dari uraian di atas diketahui bahwa motivsi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dari luar individu yang berfungsinya karena adanya perangsang dari luar, misalnya adanya persaingan, untuk mencapai nilai yang tinggi, dan lain sebagainya.

c. Prestasi Belajar IPA



Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. Menurut Poerwodarminto (1991: 768), prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan, dekerjakan), dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan, hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran. Contoh Proposal PTK



Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan mengadakan penilaian tes hasil belajar. Penilaian diadakan untuk rnengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.



Sejalan dengan prestasi belajar, maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar IPA adalah nilai yang dipreoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan) dalam proses belajar mengajar IPA.







d. Hubungan Motivasi dan Prestasi Belajar Terhadap Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery)



Motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertetntu. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu, sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik (Nur, 2001: 3). Sedangkan prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh pctensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar.



Sedangkan metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah suatu metode pembelajaran yarg memberikan kesempatan dan menuntut siswa terlibat secara aktif di dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan menberikan informasi singkat (Siadari, 2001: 7). Pengetahuan yang diperoleh dengan belajar penemuan (discovery) akan bertahan lama, mempunyai efek transfer yang lebih baik dan meningkatkan siswa dan kemampuan berfikir secara bebas. Secara umum belajar penemuan (discovery) ini melatih keterampilan kognitif untuk menemukan dan memecahkan masalah tanpa pertolongan orang lain. Selain itu, belajar penemuan membangkitkan keingintahuan siswa, memberi motivasi untuk bekerja sampai menemukan jawaban (Syafi'udin, 2002: 19).



Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya motivasi dalam pembelajaran model penemuan (discovery) tersebut maka hasil-hasil belajar akan menjadi optimal. Makin tepat motivasi yang diberikan, akan makin berhasil pula pelajaran itu. Dengan motivasi yang tinggi maka intensitas usaha belajar siswa akan tinggi pula. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intesitas usaha belajar siswa. Hasil ini akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.







I. Metode Penelitian



a. Jenis Penelitianti



Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas(PTK) yang bersifat reflektif, partisipatif, kolaboratif, dan spiral, bertujuan untuk melakukan perbaikan –perbaikan terhadap sistim, cara kerja, proses, isi, dan kompetensi atau situasi pembelajaran. PTK yaitu suatu kegaitan menguji cobakan suatu id eke dalam praktik atau situasi nyata dalam harapan kegiatan tersebut mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar ( Riyanto, 2001)



b. Kehadiran Peneliti



Pada penelitian ini, peneliti sebagai guru dan merencanakan kegiatan berikut :

Menyusun angket untuk pembelajaran dan menyusun rencana program pembelajaran
Mengumpulkan data dengan cara mengamati kegiatan pembelajaran dan wawancara untuk mengetahui proses pembelajaran yangdilakukan oleh guru kelas
Melaksanakan rencana program pembelajaran yang telah dibuat
Melaporkan hasil penelitian


c. Lokasi Penelitian
Penelitian dilaksanakan di…….


d. Data dan sumber

Data dalam penelitian ini adalah kemampuan berfikir siswa yang diperoleh dengan mengamati munculnya pertanyaan dan jawaban yang muncul selama diskusi berlangsung dan diklasifikasikan menjadi C1 – C 6. Data untuk hasil penelian diperoleh berdasarkan nilai ulangan harian (test).
Sumber data penelitian adalah siswa kelas……. Sebagai obyek penelitian



e. Prosedur pengumpulan data


Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik sebagai berikut :


1. Wawancara
Wawancara awal dilakukan pada guru dan siswa untuk menentukan tindakan. Wawancara dilakukan untuk mengetahui kondisi awal siswa


2. Angket
Angket merupakan data penunjang yang digunakan untuk mengumpulkan informasi terkait dengan respon atau tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif


3. Observasi
Observasi dilaksanakan untuk memperoleh data kemampuan berpikir siswa yang terdiri dari beberapa deskriptor yang ada selama pembelajaran berlangsung. Observasi ini dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah disusun. Obsevasi dilakukan oleh 3 orang observer.


4. Test
Test dilaksanakan setiap akhir siklus, hal ini dimaksudkan untuk mengukur hasil yang diperoleh siswa setelah pemberian tindakan. Test tersebut berbentuk multiple choise agar banyak materi tercakup


5. Catatan lapangan
Catatan lapangan digunakan sebagai pelengkap data penelitian sehingga diharapkan semua data yang tidak termasuk dalam observasi dapat dikumpulkan pada penelitian ini



f. Analisis data


1. Kemampuan Berfikir


Kualitas pertanyaan dan jawaban siswa dianalisis dengan rubric. Kemudian untuk mengetahui peningkatan skor kemampuan berfikir, pertanyaan dan janwaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus I dibandingkan dengan pertanyaan dan jawaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus II.


Rumus untuk mencari skor klasikal kemampuan bertanya siswa














Skor riil X 4


Skor maks




Keterangan:
Skor riil : skor total yang diperoleh siswa
Skor maksimal : Skor total yang seharusnya diperoleh siswa
4 : Skor maksimal dari tiap jawaban( pedoman penskoran lihat lampiran )







2. Hasil Belajar


Hasil belajar pada aspek kognetif dari hasil test dianalisis dengan teknik analisis evaluasi untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa.



Caranya adalah dengan menganalisis hasil test formatif dengan menggunakan criteria ketuntasan belajar. Secam Aswirara individu, siswa dianggap telah belajar tuntas apabila daya serapnya mencapai 65 %, Secara kelompok dainggap tuntas jika telah belajar apabila mencapai 85 % dari jumlah siswa yang mencapai daya serap minimal 65 % (Dedikbud 2000 dalam Aswirda 2007)






g. Tahap-tahap penelitian Contoh Proposal PTK



Berdasarkan observasi awal yang dilakukan proses pembelajaran yang dilakukan adalah model pembelajaran kooperatif……… Penelitian ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus . Setiap siklus tediri dari perencanaan, tindakan, penerapan tindakan, observasi, refleksi.
Siklus I


1. Perencanaan


Sebelum melaksanakan tindakan maka perlu tindakan persiapan. Kegiatan pada tahap ini adalah :

Penyusunan RPP dengan model pembelajaran yang direncanakan dalam PTK.
Penyusunan lembar masalah/lembar kerja siswa sesuai dengan indikator pembelajaran yang ingin dicapai
Membuat soal test yang akan diadakan untuk mengetahui hasil pemebelajaran siswa.
Membentuk kelompok yang bersifat heterogen baik dari segi kemampuan akademis, jenis kelamin,maupun etnis.
Memberikan penjelasan pada siswa mengenai teknik pelaksanaan model pembelajaran yang akan dilaksanakan



2. Pelaksanaan Tindakan

Melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Dalam pelaksanaan penelitian guru menjadi fasilitator selama pembelajaran, siswa dibimbing untuk belajar IPA secara kooperatif learning dengan model……Adapun langkah – langkah yang dilakukan adalah(sesuaikan dengan scenario pembelajaran)
Kegiatan penutup

Di akhir pelaksanaan pembelajaran pada tiap siklus, guru memberikan test secara tertulis untuk mengevalausi hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung.


3. Observasi
Pengamatan dilakukan selama proses proses pembelajaran berlangsung dan hendaknya pengamat melakukan kolaborasi dalam pelaksanaannya.


4. Refleksi
Pada tahap ini dilakukan analisis data yang telah diperoleh. Hasil analisis data yang telah ada dipergunakan untuk melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil yang ingin dicapai.



Refleksi daimaksudkan sebagai upaya untuk mengkaji apa yang telah atau belum terjadi, apa yang dihasilkan,kenapa hal itu terjadi dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya. Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah selanjutnya dalam upaya unttuk menghasilkan perbaikan pada siklus II


Silus II
Kegiatan pada siklus dua pada dasarnya sama dengan pada siklus I hanya saja perencanaan kegiatan mendasarkan pada hasil refleksi pada siklus I sehingga lebih mengarah pada perbaikan pada pelaksanaan siklus I.








DAFTAR RUJUKAN Contoh Proposal PTK





Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jakarta: Balai Pustaka



Dimyati dan Mujiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Sekian informasi yang dapat saya berikan untuk teman - teman mengenai Contoh Proposal PTK ini.Semoga teman - teman dapat mengerti setelah saya membagikan Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas.
More about → Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas

Contoh Proposal Kegiatan

Posted by aLdyputRa on Thursday, 1 March 2012

Contoh Proposal Kegiatan - Kesempatan kali ini saya akan memberikan informasi mengenai Contoh Proposal Kegiatan.Setelah beberapa saat lalu saya memberikan informasi mengenai  Contoh Proposal Pameran Lukisan dan Contoh Proposal Skripsi Ekonomi kali ini saya akan memberikan informasi mengenai Contoh Proposal Kegiatan.

Contoh Proposal Kegiatan ini sebenarnya sama saja dengan Contoh Proposal lainnya.Namun,jika teman - teman belum mengetahuinya, berikut ini akan saya berikan sedikit mengenai Contoh Proposal Kegiatan yang dapat saya berikan.

Jika teman - teman ingin mendapatkan Contoh Proposal Kegiatan ini,silahkan langsung saja Download Contoh Proposal Kegiatan yang sudah saya berikan linknya.Sekian informasi saya mengenai Contoh Proposal Kegiatan.
More about → Contoh Proposal Kegiatan

Contoh Proposal Pameran Lukisan

Posted by aLdyputRa

Contoh Proposal Pameran Lukisan - Kesempatan kali ini saya akan memberikan informasi mengenai Contoh Proposal Pameran Lukisan.Setelah beberapa saat lalu saya memberikan informasi mengenai Contoh Proposal Sponsor dan Contoh Proposal Skripsi Ekonomi kali ini saya akan memberikan informasi mengenai Contoh Proposal Pameran Lukisan.

Proposal Pameran Lukisan ini sebenarnya sama saja dengan Contoh Proposal Pameran lainnya.Namun,jika teman - teman belum mengetahuinya, berikut ini akan saya berikan sedikit mengenai Contoh Proposal Pameran Lukisan.

A. Latar Belakang

Mengacu pada konsep semiotika, karya seni dalam hal Ini adalah seni rupa adalah teks kebahasaan yang hadir dalam bentuk media-media yang terindera dan mewakili suatu konsep estetika tertentu dalam menyampaikan pesan. Dalam seni rupa penginderaan berkenaan dengan relasi antara realitas kebercahayaan atas suatu obyek visual dengan terkirimnya realitas-realitas yang tercahayai kepada penerima pesan. Lantas, Cahaya dan juga pencahayaan pun berkenaan dengan hukum fisika tentang terinderanya sebuah obyek oleh mata manusia.

Ketika semiotika mempostulatkan kehadiran sebuah teks dianggap adasetelah terjadinya proses pengiriman pesan yang termuat dalam karya seni rupa kepada alamat pesan dan pesan tersebut diterima oleh penerima dalam bentuk pemaknaan atas konsep yang terkirim, maka hukum fisika menjelaskan bahwa pengiriman tersebut berlangsung lewat medium cahaya; pengenalan obyek melalui alat Indera visual bergantung pada kondisi cahaya. Artinya, obyek seni rupa menjadi nihil apabila tidak tersedia cahaya (yang memadai) untuk menampakkan obyek yang hendak diinderai oleh penerima pesan. 

Ketika obyek seni rupa tercahayai untuk mewujudkannya, maka dalam pencahayaan tersebut pun berlangsung proses-proses penghadiran teks-teks yang terkandung dalam karya seni melalui medium-medium kebahasaan. Oleh karena itu, terdapat bidang yang sebangun antarapencahayaan dengan medium kebahasaan.

Lantas, proses pengiriman pesan kepada penerima pesan yang menghasilkan suatu penginderaan yang berujung pada pemahaman dan pemaknaan atas obyek penginderaan baik melalui terminologi semiotika dan juga fisika menyangkat masalah bagaimana proses pengiriman dikelola; bagaimana kualitas dan kuantitas pencahayaan dan medium kebahasaan menghadirkan pesan.

Proses pengiriman pesan yang tertampung dalam sebuah karya seni rupa atau obyek penginderaan melalui mata memerlukan sarana-sarana pengiriman; cahaya. Oleh karena Itu, tanpa cahaya, tidak pernah ada obyek penginderaan visual dan dengan sendirinya tidak ada seni rupa: tanpa medium-medium kebahasan, pesan-pesan dalam karya seni tak termaknai sehingga dianggap tidak ada.

Selanjutnya, landasan pemikiran serupa ini menjadi alat untuk menelaah perkembangan seni rupa di Indonesia dan kemudian dikerucutkan pada aspek-aspek kesenirupaan di Sidoarjo yang dipandang sebagai salah satu kantong geliat seni rupa di Indonesia.

1. Pameran sebagai Medium

Barangkali, sebelum terciptanya tradisi berpameran, seorang pekarya akan berkunjung ke rumah-rumah audiensnya untuk menghantarkan pesan dalam bentuk karya seni rupa. Mungkin dulu demikian. Namun ketika kita bersepakat bahwa relasi antara pekarya sebagai sebuah praktek kebudayaan, maka akan terlihat suatu kompleksitas antara pekarya-karyanya dengan audiens.

Kompleksitas yang dimaksud di sini mencakup persoalan kuratorial atau wilayah kritik seni dan bentuk penyajiannya sehingga tercipta medium-medium kultural antara karya dengan audiens. Melalui dan dalam medium-medium kultural inilah beropesi hukum fisika dan semiotika yang menciptakan realitas tertentu terhadap seni rupa secara umum.

Lantas kita pun dapat mengajukan suatu pernyataan bahwa ketersampaian pesan-pesan yang termuat dalam karya seni rupa bergantung pada siapa yang menguasai medium-medium kultural tersebut. Penguasaan atas medium-medium kultural dalam membangun relasi antara karya seni dengan audiens inilah yang kerap menjadi gonjang-ganjing dan peroalan pelik tentang keberadaan seorang pekarya dan otonomi dirinya terhadap karya dan proses berkarya atau keleluasaannya dalam menghimpun pesan melalui karya seni rupa.

Melalui penguasaan atas medium-medium kultural, pihak-pihak tertentu, seperti yang menggelisahkan bagi pekarya-pekarya baru, muncul pengendalian bentuk, corak dan langgam karya yang di dorong oleh kepentingan ekonomi. Kepentingan ekonomi yang hadir dalam medium-medium kultural ini mampu menjinakkan idealisme dan proses berkarya seorang pekarya agar dapat memasuki pasar. 


Maka tak jarang, pekarya-pekarya baru yang hendak merintis keberadaannya melalui dunia seni rupa harus menggadaikan idealisme kesenirupaannya demi keberterimaan pasar terhadap karyanya. Perihal yang amat mencengangkan dan juga sangat mengkhawatirkan adalah, perupa kemudian dibuat terdesak oleh pihak yang menguasai medium-medium kultural terhadap tuntutan ekonomis yang bersifat elementar: Kebutuhan untuk bertahan hidup dan sedikit demi sedikit menapaki jalan untuk dapat melanjutkan hidup yang telah dipertahankan dengan susah payah.

Tuntutan ekonomi ini pun berkenaan dengan realitas umum ekonomi-politik di Indonesia yang memaksakan diri memasuki pasar ekonomi pasar global yang amat bergantung pada penguasaan modal sehingga tidak semua orang punya kesempatan untuk hidup layak (meski hidup layak sendiri pun bergantung pada kebijakan politik penguasa dalam mengidentifikasi standar hidup dan merumuskan konsep kesejahteraan). Maka, dengan sendiri self-determinationpekarya terhadap dirinya menjadi sangat lemah sehingga muncullah praktek-prektek penggadaian idealisme kesenian dan proses kesenian oleh pekerya-pekarya yang telah dibuat terdesak dan kehilangan otonomi.

Dalam praktek penguasaan medium-medium kultural ini, kritik seni dan juga praktek kuratorial terhadap karya seni justru berjalan melalui praktek-praktek kehumasan guna mendekatkan dan mengakrabkan hasil karya seorang pekarya dengan keinginan pasar. Artinya di sini, kritik seni dan juga praktek kuratorial sebagai aktivitas kehumasan, bertujuan untuk menciptakan pasar agar pasar seni dapat diukur, dikendalikan dan kemudian memiliki nilai ekonomi yang tinggi. 


Dari sinilah muncul trend terhadap corak, gaya, langgam dan juga mazhab kesenirupaan. Dan keberadaan seorang pekarya amat bergantung pada kemampuannya untuk memasuki corak, gaya, langgam dan juga mazhab kesenirupaan yang tengah dominan. Lantas, galeri seni rupa, pameran-pameran seni rupa, kurasi dan kritik seni diperalat untuk membuktikan betapa berterimanya corak, gaya, langgam dan mazhab kesenirupaan tersebut.

Dari pengamatan secara fisika dan semiotika terhadap medium-medium kultural dalam membangun relasi antara karya dengan audiens–– terutama kolektor––inilah muncul ketidakadilan bagi sekelompok pekarya sehingga bagi mereka, karyanya tak sempat dicahayai. Ketidaksempatan inilah yang kemudian keberadaan seorang pekarya pun hilang, sebagaimana kita tak dapat menangkap citra visual atas karya-karya seni rupa ketika mati lampu atau dalam keadaan gelap gulita.

Maka, lahirlah suatu kegelapan dalam realitas kesenirupaan bagi kelompok tertentu yang tidak punya “kemampuan” berdamai dengan pihak penguasa medium-medium kultural. Atas realitas kesenirupaan seperti itu, maka lahirlah suatu parodi eksistensial dalam konsep cartesian. diriku ada ketika karyaku dicahayai.

Mungkin Contoh Proposal Pameran Lukisan diatas itu tidak begitu lengkap.Jika ingini mendapatkan Contoh Proposal Pameran Lukisan secara lengkap,silahkan Download Contoh Proposal Pameran Lukisan.Sekian informasi saya mengenai Contoh Proposal Pameran Lukisan.
More about → Contoh Proposal Pameran Lukisan

Proposal Tesis Manajemen Pendidikan

Posted by aLdyputRa on Tuesday, 7 February 2012

Proposal Tesis Manajemen Pendidikan - Kali ini saya akan memberikan Contoh Proposal Tesis Manajemen Pendidikan.Setelah beberapa saat lalu saya memberikan informasi mengenai Contoh Judul Tesis Manajemen Pendidikan,kali ini saya akan memberikan sedikit informasi sederhana lainnya yaitu Proposal Tesis Manajemen Pendidikan.

Proposal Tesis Manajemen Pendidikan memang sama seperti yang lainnya.Tidak ada yang membedakan antara beberapa jenis proposal yang sudah saya berikan sebelumnya seperti Contoh Proposal Skripsi Ekonomi dan Contoh Proposal Sponsor.

Nah,jika teman - teman semua penasaran dengan Proposal Tesis Manajemen Pendidikan,silahkan Download Proposal Tesis Manajemen Pendidikan yang sudah saya berikan ini.Sekian informasi sederhana saya mengenai Proposal Tesis Manajemen Pendidikan.
More about → Proposal Tesis Manajemen Pendidikan

Contoh Proposal Skripsi Ekonomi

Posted by aLdyputRa on Wednesday, 1 February 2012

Contoh Proposal Skripsi Ekonomi - Pada kesempatan kali ini saya mencoba memberikan Contoh Proposal Skripsi Ekonomi setelah beberapa saat lalu saya memberikan informasi mengenai Contoh Proposal Skripsi yang secara keseluruhan.Untuk yang ingin mengambil Skripsi Ekonomi,kali ini adalah Contoh Proposal Skripsi Ekonomi.

Berikut ini adalah Contoh Proposal Skripsi Ekonomi yang dapat saya berikan untuk teman - teman semua yang mencari artikel mengenai Proposal Skripsi Ekonomi :

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendapatan Asli Daerah merupakan penerimaan dari pungutan pajak daerah, retribusi daerah, hasil dari perusahaan daerah, penerimaan dari dinas-dinas dan penerimaan lainnya yang termasuk dalam pendapatan asli daerah yang bersangkutan, dan merupakan pendapatan daerah yang sah. Semakin tinggi peranan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam pendapatan daerah merupakan cermin keberhasilan usaha-usaha atau tingkat kemampuan daerah dalam pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Penerimaan pemerintah daerah yang digunakan untuk membiayai pembangunan berasal dari beberapa sumber, salah satu sumber penerimaan itu adalah pajak. Untuk dapat membiayai dan memajukan daerah tersebut, antara lain dapat ditempuh suatu kebijaksanaan yang wajib setiap orang membayar pajak sesuai dengan kewajibannya.

Salah satu potensi penting dari suatu daerah adalah pajak. Pajak daerah adalah pajak yang ditetapkan oleh daerah untuk kepentingan pembiayaan rumah tangga pemerintah daerah tersebut. Penerimaan potensial sumber Pendapatan Asli Daerah hanya sebahagian dari beberapa pajak dalam arti disini pajak daerah itu tidak semuanya terlaksana secara efisien. Hal ini terbukti karena untuk pemerintah daerah salah satu penerimaan yang potensial berasal dari pajak hotel dan restoran, pajak tontonan, pajak reklame. Semakin tinggi peranan Pendapatan Asli Daerah merupakan cerminan keberhasilan usaha atau tingkat kemampuan daerah dalam membiayai penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan. Pajak hotel dan restoran memberikan hasil yang cukup besar dan dikarenakan didasarkan persentase tertentu atas uang masuk (10% atau 15% didaerah pariwisata), cukup elastis dalam praktek karena bagian terbesar hotel dan restoran kecil-kecil tidak memberikan kwitansi, uang masuk harus diperiksa, dan harus dilakukan secara berkala agar penerimaan tidak dikalahkan oleh inflasi.

Berdasarkan undang-undang No. 18 Tahun 1997 tentang pajak Hotel dan Restoran menjelaskan pajak atau pungutan yang dikenakan bagi pemilik rumah penginapan, rumah makan, pembayaran Hotel dan Restoran. Jadi secara umum pajak Hotel dan Restoran merupakan pungutan atas pembayaran rumah makan dan rumah penginapan yang terdiri dari hotel, losmen, wisma, dan restoran. Dengan demikian pajak Hotel dan Restoran cukup potensial dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan juga karena presentase tertentu atas uang masuk, dalam pelaksanaannya bagian terbesar dari pajak ini berasal dari hotel dan restoran . dalam undang-undang No. 5 Tahun 1974 pengertian perusahaan daerah untuk memperkembangkan perekonomian daerah dan untuk menambah penghasilan daerah. Dari kutipan diatas ada dua fungsi pokok perusahaan daerah. Pertama, sebagai dinamisator perekonomian daerah yang berarti harus mampu memberikan rangsangan bagi perkembangan perekonomian daerah. Kedua, sebagai penghasilan Pendapatan Daerah. Ini berarti perusahaan daerah harus mampu memberikan manfaat ekonomi sehingga terjadi keuntungan yang dapat disetorkan ke kas daerah. Untuk dapat menyelenggarakan fungsi yang optimal diperlukan dukungan dana yang cukup besar guna untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang antara lain diperoleh dari berbagai jenis pajak daerah, retribusi, hasil investasi dan kegiatan bisnis.

Dalam usaha menopang eksistensi otonomi daerah yang maju sejahtera, mandiri, berkeadilan, kota Yogyakarta dihadapkan pada suatu tantangan dalam mempersiapkan strategi dalam perencanaan pembangunan yang akan diambil. Untuk itu diperlukan suatu perencanaan yang tepat dengan memperhatikan potensi yang dimilikinya terutama dalam mengidentifikasi keterkaitan antara sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan sektor yang lainnya. Kota Yogyakarta dengan keterbatasan sumber daya alam yang ada mempunyai sektor-sektor yang berpotensi untuk dikembangkan, misalnya sektor industri dan penyediaan sektor jasa. Pariwisata yang merupakan salah satu andalan kota Yogyakarta adalah satu potensi yang memberikan kontribusi baik langsung maupun tidak langsung terhadap sektor perdagangan, hotel dan restoran.

Dari sisi kewilayahan, perkembangan ekonomi di wilayah Propinsi DIY terjadi lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Efek kenaikan BBM pada penghujung 2005, gempa bumi dan kemarau panjang di tahun 2006 merupakan salah satu sebab terjadinya perlambatan tersebut. Hanya Kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul yang mengalami pertumbuhan ekonomi sedikit di atas pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya. Berdasarkan sumbangannya terhadap PDRB DIY, pada tahun laporan keuangan perekonomian DIY terbesar merupakan kontribusi dari Kabupaten Sleman (30,44%) dan secara berurutan diikuti oleh Kota Yogyakarta (26,28%), Kabupaten Bantul (18,82%), Kabupaten Gunungkidul (15,87%), dan Kabupaten Kulonprogo (8,58%).

Ekonomi dengan konsentrasi tinggi seperti di Kota Yogyakarta ini membuktikan adanya urban bias yang menunjukkan kecendrungan bahwa para pelaku ekonomi melakukan kegiatan didaerah perkotaan, atau daerah yang relatif dekat tempat pemasaran hasil serta lancarnya perdagangan dengan pemilikan infrastruktur yang paling lengkap. Faktor lainnya kota yogyakarta sebagai ibukota propinsi sehingga faktor demografi seperti jumlah penduduk yang besar, tingkat pendidikan/kesehatan jelas lebih baik dan faktor dinamis lainnya, sebagai penyebab posisi ekonomi yang kuat. Sektor perdagangan termasuk hotel dan restoran/warung makan menyumbang cukup berarti bagi kelebihan perekonomian Kota Yogyakarta.

Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran merupakan sektor potensial di Kota Yogyakarta, sehingga dengan adanya potensi tersebut diharapkan kontribusi yang diberikan oleh sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran dapat memacu pembangunan ekonomi di Kotamadya Yogyakata pada khususnya dan Propinsi DIY pada umumnya.

Diharapkan Contoh Proposal Skripsi Ekonomi ini dapat membantu mahasiswa dalam penyusunan draf skripsi dengan lebih mudah.Sekian informasi sederhana saya mengenai Contoh Proposal Skripsi Ekonomi.
More about → Contoh Proposal Skripsi Ekonomi

Contoh Proposal Sponsor

Posted by aLdyputRa on Thursday, 15 December 2011


Contoh Proposal Sponsor - Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sedikit Contoh Proposal Sponsor.Banyak yang kebingungan ketika membuat sebuah Proposal untuk diberikan kepada sponsor sebagai bentuk formal dalam meminta sebuah sponsorship dari tempat lain.Berikut ini adalah Contoh Proposal Sponsor.

Berikut ini adalah Contoh Proposal Sponsor yang akan saya berikan.Semoga dengan adanya Contoh Proposal Sponsor yang saya berikan ini dapat bermanfaat untuk teman - teman semuanya.

Contoh Proposal Sponsor


Isi Proposal


Membuat proposal untuk sponsorship berbeda dengan proposal pada umumnya. Pada proposal biasa, kita menuliskan banyak hal dalam proposal tersebut. Disusun dengan rangkaian kata yang indah, dan menghasilkan proposal yang sangat tebal. Ini sangat bertentangan dengan kebutuhan pihak perusahaan yang lebih memilih proposal yang tipis dan to the point. Oleh karena itu isi dari proposal bisa dibatasi menjadi beberapa hal dengan tampilan isi yang disesuaikan.


Pendahulan


Berisikan dalil pendahuluan untuk mencitrakan bahwa proposal berasal dari lembaga dakwah. Lalu dilanjutkan dengan latar belakang kegiatan dan alasan yang mendasari mengapa kegiatan berlangsung. Serta sedikit profil lembaga Anda. Pada bagian ini maksimal terdiri dari 3 paragraf.


Tujuan


Berisikan tujuan mengapa sebuah kegiatan diadakan. Maksimal 1 paragraf.


General Information


Berisikan informasi umum yang perlu diketahui oleh pihak perusahaan terkait kegiatan yang diajukan. Terdiri dari tempat dan waktu kegiatan, sasaran kegiatan dan target peserta kegiatan.


Acara


Berisikan acara-acara yang akan ada dalam kegiatan yang diajukan. 


Pengisi Acara


Menyebutkan siapa saja yang akan menjadi pengisi acara yang ada. Baik itu, MC, pemateri, narasumber, tokoh, artis atau mungkin pejabat publik.


Anggaran


Anggaran tidak perlu ditampilkan secara mendetail hingga berapa jumlah selotip yang akan digunakan beserta harganya. Cukup tampilkan hal-hal umum saja yang sudah di akumulasikan. Sebagai contoh;

VENUE Rp. 30.000.000
PRODUKSI Rp. 20.000.000
KONSUMSI Rp. 5.000.000
PUBLIKASI Rp. 15.000.000
TRANSPORTASI Rp. 5.000.000
PERLENGKAPAN Rp. 10.000.000
ADMINISTRASI Rp. 2.000.000
Total Rp. 92.000.000
Kategori Sponsor
Kategori sponsor jangan ditampilkan dalam bentuk tulisan panjang dengan penjelasan yang berkepanjangan. Tampilkan dalam bentuk tabel yang mudah untuk dibaca dan dipahami. 

Tampilan sederhana dan juga tidak banyak menghabiskan waktu untuk membolak-balikan halaman.


Paket Sponsor


Ini adalah bagian untuk menampilkan tawaran kerjasama yang bersifat lebih bebas dan biasanya untuk jumlah yang kecil atau dibawah tawaran sponsorship bronze. Ini bisa diajukan untuk perusahaan medioker, dimana ia akan mendapat kontrapertasi sesuai dengan pilihan yang ia ajukan setelah di konversi dengan standar yang kita ajukan. 
Co-partnership
Ini merupakan ajuan bentuk kerjasama yang bersifat lebih bebas dan sedikit terlepas dari seputar media dan publikasi, bentuk kerjasam tambahan ditampilkan di bagian ini, seperti pengadaan konsumsi panitia, barter promo, pemberian produk perusahaan, kerjasama jasa perusahaan, pemberian bantuan sosial untuk acara baksos, dan lainnya. Di bagian ini pula disampaikan bahwa bentuk kerjasama lainnya dapat dibicarakan lebih lanjut dan panitia sangat senang dapat berdiskusi dengan pihak perusahaan terkait kerjasama lain yang bisa dilakukan.


Penutup


Berisikan sebuah harapan dan keyakinan panitia bahwa kegiatan yang dilakukan sangat bermanfaat dan akan berhasil. Serta sebuah ucapan terima kasih kepada pembaca proposal.


Contact person


Berisikan alamat , email , dan nomor telepon yang bisa dihubungi terkait penindaklanjutan proposal yang telah diajukan.Usahakan nomor handphone CP lebih dari satu orang dan dengan provider yang berbeda.

Sekain informasi sederhana saya mengenai Contoh Proposal Sponsor.Semoga teman - teman tidak lagi bingung dalam membuat proposal untuk mengajukan kepada sponsor setelah membaca Contoh Proposal Sponsor.
More about → Contoh Proposal Sponsor